Senin, 11 November 2013

Virologi Pengertian dan Manfaat



Virologi adalah cabang dari ilmu-ilmu yang berfokus pada studi virus dan organisme yang berperilaku seperti virus, seperti prion dan viroid. Para peneliti di bidang ini dapat bekerja dengan virus yang menyerang tanaman, hewan, atau bakteri, melakukan penelitian baik di laboratorium dan di lapangan. Banyak pemerintah berinvestasi dalam virologi untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, dan perusahaan obat swasta dan lembaga penelitian juga tertarik di bidang virologi dan aplikasi.

Salah satu tujuan utama dari virologi adalah klasifikasi, di mana virus yang dipelajari untuk menentukan apa yang mereka dan bagaimana mereka bekerja. Klasifikasi dapat digunakan untuk menentukan bahwa berbagai virus terkait satu sama lain, dan karena itu mereka dapat bekerja dengan cara yang sama, atau menjadi rentan terhadap obat antivirus yang sama. Mampu mengklasifikasikan virus juga memungkinkan peneliti untuk menentukan apakah virus telah terlihat sebelumnya, dan untuk menghubungkan mereka menemukan virus dengan studi yang ada dan informasi.

Ahli virologi juga sibuk dengan struktur virus, dan cara di mana virus bekerja. Meskipun tidak dianggap organisme hidup, virus bisa sangat kompleks, dan mereka telah beradaptasi beberapa trik pintar, seperti pembajakan sel dan membuat mereka untuk mereproduksi virus atau menipu tubuh ke dalam pemikiran bahwa agen virus bukanlah seorang penyerang yang tidak diinginkan. Memahami bagaimana organisme ini bekerja dapat menjadi bagian penting dari mengembangkan metode yang dapat digunakan untuk membasmi mereka.

Penyakit virus, hasil dari infeksi virus, juga menarik ahli virus, seiring dengan cara penularan dan topik terkait. Ketika wabah virus terjadi, para peneliti melakukan penelitian untuk menentukan di mana virus itu berasal, bagaimana hal itu dapat diobati, apa gejala, dan bagaimana infeksi tambahan bisa dicegah. Ahli virologi juga melacak tren jangka panjang, seperti perubahan DNA virus, atau perubahan dalam tingkat kekebalan pada populasi yang berada pada risiko infeksi.

Ahli virologi bekerja untuk mengembangkan obat yang dapat digunakan dalam pengobatan infeksi virus, dan mereka juga mengembangkan vaksin, di mana sejumlah kecil antigen diperkenalkan ke dalam tubuh untuk merangsang menjadi memproduksi antibodi yang akan mempertahankannya dalam kegiatan paparan virus. Beberapa virus tetap relatif statis, memungkinkan peneliti untuk mengandalkan vaksin tahun demi tahun yang sama, sementara yang lain dengan cepat bermutasi dan berubah, membutuhkan pengembangan vaksin baru dan obat-obatan sehingga komunitas kedokteran dan virologi mereka dapat tetap berada di depan.

Virologi



Virologi
Virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme, terutama virus. Dalam perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan prion. Kedua kelompok ini saat ini juga masih menjadi bidang kajian virologi.
Virologi memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan banyak dipelajari karena bermanfaat bagi industri farmasi dan pestisida. Virologi juga menjadi perhatian pada bidang kedokteran, kedokteran hewan, peternakan, perikanan dan pertanian karena kerugian yang ditimbulkan virus dapat bernilai besar secara ekonomi.
Struktur Virus
Virus adalah organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.
Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Selasa, 05 November 2013

Protista yang Menyerupai Jamur



Protista yang Menyerupai Jamur
Posted by A. M. Rumra, S.Pd. M.Si
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSNZaVvKlqqt0pJKIOW4_Es6gBWlIyGiTDOHn64CoOQdnhZaPa0Anggota Protista yang menyerupai jamur adalah kelompok Protista jamur air dan jamur lendir. Kesamaannya dengan jamur adalah memiliki struktur yang menghasilkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai. Sebagai pengurai, jamur akan mengeluarkan enzim. Enzim ini memecah atau merombak senyawa organik dari organisme yang sudah mati dan kemudian jamur akan menyerap produk rombakan tersebut dalam bentuk senyawa organik.
Jamur Air (Oomycota)
Terdapat 580 spesies jamur air yang diketahui merupakan pengurai pada habitat perairan. Kebanyakan spesies jamur air hidup bebas dan mendapat nutrisi dari sisa-sisa tumbuhan di kolam, danau, dan aliran air. Beberapa jamur air hidup di dalam jaringan yang mati pada tumbuhan. Beberapa jenis jamur air juga parasit pada organisme akuatik, misalnya Saprolegnia. Saprolegnia hidup menempel pada tubuh ikan atau hewan air lainnya. Saprolegnia berbentuk seperti lapisan selaput.
Beberapa jamur air yang lain merupakan pathogen pada tanaman. Misalnya, jamur putih tumbuh bergerombol pada buah anggur yang disebabkan oleh Plasmospora viticola. Contoh lain adalah penyakit busuk layu pada kentang dan tomat yang disebabkan oleh jamur air Phytophthora infestans.
Jamur air dapat melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, jamur ini akan menghasilkan sporangium diujung hifa (filament/benang). Di dalam sporangium akan dihasilkan spora-spora berflagel (zoospora). Ketika zoospora matang, zoospore akan keluar dari sporangium. Apabila zoospora jatuh di tempat yang sesuai, zoospora akan berkecambah dan tumbuh menjadi miselium (masa hifa) baru.
Reproduksi secara seksual terjadi dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Gamet dihasilkan oleh hifa yang berdiferensiasi. Gamet jantan dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina dihasilkan oleh oogonium. Penyatuan gamet jantan dan betina menghasilkan zigot diploid yang berkembang menjadi spora berdinding tebal. Saat spora berkecambah akan dihasilkan miselium baru.
Jamur lendir (Myxomycota)
Seluruh jamur lendir menghasilkan sel-sel yang hidup bebas pada sebagian siklus hidupnya. Sel-sel yang hidup bebas ini disebut amoeboid karena memiliki bentuk Amoeba. Seperti Amoeba yang sesungguhnya, jamur lendir merupakan predator fagosit. Disebut demikian karena jamur lendir dapat menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik.
Saat kondisi makanan jamur lendir kurang, sel-sel yang kelaparan bergabung membentuk massa yang berlendir. Massa yang berlendir ini bermigrasi ke lingkungan baru yang dapat mendukung pertumbuhannya. Pergerakan massa tersebut dihasilkan dari gabungan kontraksi masing-masing sel tunggal. Contoh jamur lendir adalah Dictyostelium discoideum

Sabtu, 02 November 2013

Klasifikasi dan Ciri-ciri Mollusca



Klasifikasi dan Ciri-ciri Mollusca
Rhezha Hussein, M.Si.
 Mollusca adalah hewan lunak dan tidak bersegmen. Sebagian mollusca ada yang tubuhnya dilindungi cangkang (terbuat dari zat capur), ada juga yang tidak.
Mollusca terdiri dari 7 kelas berikut ini:
7 Kelas Mollusca dan Ciri-cirinya
  1. Cephalopoda
Cephalopoda
    • Kakinya terdapat di kepala (cephal=kepala, podos=kaki)
    • Tidak bercangkang
    • Contoh: Loligo (cumi-cumi), Octopus (gurita)
  1. Gastropoda (siput-siputan)
Gastropoda
    • Hewan ini bergerak menggunakan perutnya (gaster=perut, podos=kaki)
    • Bercangkang
    • Contoh: Lymnaea javanica (siput), achatina fulica (bekicot)
  1. Scaphopoda
Scaphopoda
    • Bercangkang dengan bentuk seperti gading, tapi dengan ujung terbuka
    • Contohnya: Dantalium vulgare (siput gading)


  1. Bivalvia
Bivalvia
    • Disebut bivalvia karena tubuhnya ditutupi sepasang cangkang dan bertubuh simetri bilateral.
    • Hewan ini memiliki kaki pipih seperti mata kapak sehingga disebut juga sebagai Palecypoda (pelecy = pipih, podos = kaki)
    • Contoh: Maleagrina margaritivera (kerang mutiara), Asaphis detlorata (remis)
  1. Aplacophora
Aplacophora
    • Hewan ini tidak bercangkang, berbentuk seperti cacing.
    • Contohnya: Neomenia carinata
  1. Monoplacophora
Monoplacophora
    • Bercangkang tunggal/satu sisi
    • Contoh: Neoplina galathea
  1. Polyplacophora
Polyplacophora
    • Bercangkang banyak
    • Contoh: Chiton sp